Langsung ke konten utama

Poem: Sailor and Island

In the vast ocean, a sailor sails alone

With waves as his companion, and wind as his guide

Searching for solace, a place to call his own

He yearns for an island where his soul can reside


Through tempests and storms, he battles the sea

Navigating through darkness, guided by the stars

His determination and courage always key

As he sails on, driven by his inner memoirs


And then, on the horizon, he catches a sight

An island appears, like a dream in his eyes

With sandy beaches and palm trees so bright

A sanctuary where his spirit forever flies


The sailor docks his boat upon the shore

Stepping onto the land, a sense of relief

Embracing the tranquility down to his core

The island's serenity, such a precious belief


He explores the island, its secrets unfold

In every corner, nature's wonders arise

From lush forests to mountains standing bold

The sailor finds himself in paradise


Days turn into nights, time loses its grasp

The sailor finds solace in the island's embrace

The island's beauty, a feeling that'll last

As he becomes a part of this enchanted place


But the sailor knows his journey must continue

For the sea calls him back to its endless expanse

With a heavy heart, he bids the island adieu

Setting sail again, with a newfound enhance


But a piece of the island forever remains

In the sailor's heart, a cherished memory

For it was on this island, he broke free from chains

And discovered the depths of his soul's treasury


So, sailor and island share a bond so strong

A connection that transcends land and sea

Both intertwined in a beautiful lifelong song

As the sailor continues his quest, forever free.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gejala Mata SePeLe Jangan Disepelein: Saat Wisata Kuliner Hampir Gagal karena Mata Kering

Actually untuk saya, berburu kuliner bukan sekadar mencari makanan enak, tetapi juga menjadi cara menikmati suasana kota, mengenal budaya, sekaligus menciptakan kenangan bersama keluarga dan sahabat. Salah satu momen yang paling saya nantikan adalah hunting kuliner yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Apalagi kalau venuenya Instagram able, wuih..perfect banget deh. Sejak pagi saya sudah membuat daftar makanan yang ingin dicicipi. Mulai dari sate, bakso, es tradisional, hingga jajanan viral yang sering saya lihat berseliweran di media sosial. Agar tidak ada momen yang terlewat, saya juga menyiapkan kamera ponsel dengan baterai penuh. Rasanya sayang jika tidak mengabadikan setiap hidangan cantik untuk dibagikan ke blog dan media sosial yang saya miliki. Begitu memasuki area venue, suasananya begitu meriah. Aroma makanan menggoda dari setiap tatanan hidangan membuat saya ingin mencoba semuanya. Saya sibuk mencari spot-spot cantik sambil memotret makanan, merekam video singkat, dan ...

Layar Tiap Hari, Mata Jadi Kering? Yuk, Cegah dengan Insto Dry Eyes

Belum lama saya pernah merasakan kala  mengetik tugas sambil ngelawan kantuk, jam sudah lewat tengah malam. Kursi makin nggak nyaman, playlist lagu favorit terus muter tapi pikiran melayang, dan... mata mulai pedih. Tapi bukan karena sedih, melainkan karena kelamaan liat layar. Saya coba pejam sebentar, berharap lega. Tapi yang ada malah makin perih. Deadline masih belum beres dikerjakan, tapi mata udah minta istirahat duluan. Untuk menghilangkannya nyoba nih main-main dengan scrol hp, ehh  lagi asyik scroll HP tiba-tiba mata terasa perih, gatal, atau kayak ada yang nyangkut? Lagi asik nulis, dokpri.emma   Nah, itu bisa jadi tanda mata lagi kering. Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari seperti terlalu lama menatap layar, kerja di ruangan ber-AC, atau kurang tidur bisa bikin produksi air mata berkurang. Jadi wajar banget kalau mata mulai ‘protes’. Biar nggak makin parah, penting buat kita untuk mengetahui apa aja sih penyebab umumnya dan Waspadai mata sepet, perih dan lela...

Menjaga Bumi di Mulai dari Dapur Kita

Sepiring nasi, sederhana namun berarti. Datang dari ladang hijau lalu melewati tangan-tangan petani, ibu-ibu, bapak hingga koki, menuju meja makan megah. Tapi tak semua perjalanan berakhir di perut manusia, ada kalanya, makanan berakhir di tempat yang gelap dan bau, yaitu tong sampah. Kalau dilihat, makanan terbuang itu  sayang ya. Mengapa makanan yang masih layak harus dibuang? sementara ditempat lain ada begitu banyak perut yang kosong menunggu sedikit kasih. Kevin Gani dan Garda Pangan, Menyelamatkan Bumi Lewat Sepiring Harapan Di tengah hiruk pikuk lalu lalang kota Surabaya yang modern, seorang pemuda bernama Kevin Gani menyalakan harapan baru tentang bagaimana kita memperlakukan makanan. Lulusan Universitas Kristen Petra ini bukan hanya berbicara soal makanan lezat atau gaya hidup sehat, melainkan tentang makanan yang seharusnya tidak terbuang, dan bagaimana “sisa makanan” itu bisa mengubah hidup seseorang. Melalui Garda Pangan, Kevin memimpin sebuah gerakan sosial yang menyat...