Actually untuk saya, berburu kuliner bukan sekadar mencari makanan enak, tetapi juga menjadi cara menikmati suasana kota, mengenal budaya, sekaligus menciptakan kenangan bersama keluarga dan sahabat. Salah satu momen yang paling saya nantikan adalah hunting kuliner yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Apalagi kalau venuenya Instagram able, wuih..perfect banget deh.
Sejak pagi saya sudah membuat daftar makanan yang ingin dicicipi. Mulai dari sate, bakso, es tradisional, hingga jajanan viral yang sering saya lihat berseliweran di media sosial. Agar tidak ada momen yang terlewat, saya juga menyiapkan kamera ponsel dengan baterai penuh. Rasanya sayang jika tidak mengabadikan setiap hidangan cantik untuk dibagikan ke blog dan media sosial yang saya miliki.
Begitu memasuki area venue, suasananya begitu meriah. Aroma makanan menggoda dari setiap tatanan hidangan membuat saya ingin mencoba semuanya. Saya sibuk mencari spot-spot cantik sambil memotret makanan, merekam video singkat, dan sesekali membalas pesan dari teman yang meminta rekomendasi menu. Hampir sepanjang waktu mata saya fokus bergantian antara layar ponsel dan aneka hidangan yang tersaji.
Tanpa disadari, setelah beberapa jam berkeliling, mata mulai terasa SEpet. Awalnya saya mengira hanya karena cuaca siang yang terik. Namun semakin lama, mata berubah menjadi PErih, apalagi area festival cukup berdebu dan dipenuhi asap dari proses memasak di beberapa stan. Saat sore menjelang, mata terasa semakin LElah sehingga saya mulai tidak nyaman melihat menu, membaca daftar harga, bahkan memotret makanan.
Gejala tersebut membuat pengalaman wisata kuliner yang sudah lama saya tunggu menjadi kurang menyenangkan. Saya beberapa kali berhenti memotret karena mata terasa tidak nyaman. Padahal biasanya saya senang mencari sudut terbaik untuk menghasilkan foto makanan yang menarik. Bahkan saat mencicipi hidangan favorit, perhatian saya justru lebih banyak tertuju pada rasa perih di mata dibanding menikmati cita rasa makanan.
Saat itulah saya menyadari bahwa gejala SEpet, PErih, dan LElah bukanlah keluhan yang boleh dianggap sepele. Aktivitas sederhana seperti terlalu lama menatap layar ponsel, berada di area terbuka yang berdebu, atau terpapar asap saat berburu kuliner ternyata dapat memicu gejala mata kering.
Beruntung, saya teringat membawa Insto Dry Eyes di dalam tas. Sebagai seseorang yang sering menulis ulasan kuliner, saya memang terbiasa membawa perlengkapan sederhana untuk berjaga-jaga, termasuk tetes mata. Setelah tetesin Insto Dry Eyes pada mata sesuai aturan pakai, mata terasa lebih nyaman dan kelembapannya kembali terjaga. Perlahan rasa sepet dan perih berkurang sehingga saya bisa kembali menikmati kulineran, memotret makanan, dan berbincang santai bersama teman tanpa terus-menerus terganggu oleh mata yang tidak nyaman.
![]() |
| Dokpri dapepitih |
Pengalaman tersebut membuat saya semakin sadar bahwa menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga stamina saat berwisata kuliner. Mata yang nyaman membuat saya bisa menikmati warna makanan, membaca informasi menu dengan jelas, hingga menghasilkan foto-foto yang lebih baik untuk dibagikan kepada pembaca blog.
Sejak saat itu, ada beberapa kebiasaan yang selalu saya lakukan ketika berburu kuliner. Pertama, saya tidak terlalu lama menatap layar ponsel saat mengedit atau memilih foto. Saya juga berusaha lebih sering berkedip agar permukaan mata tetap lembap. Selain itu, saya mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup, terutama jika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
Saya juga mulai menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, saya mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik. Kebiasaan sederhana ini membantu mata beristirahat sehingga tidak cepat lelah. Jika berada di area yang berdebu atau banyak asap, saya juga berusaha mencari tempat yang lebih nyaman untuk beristirahat sejenak.
Yang tidak kalah penting, Insto Dry Eyes kini selalu menjadi perlengkapan wajib di dalam tas. Ukurannya praktis sehingga mudah dibawa saat hunting kulineran, traveling, bekerja di depan laptop, maupun menjalani aktivitas sehari-hari. Ketika gejala mata kering mulai muncul #MataSePeLeJanganSepelein karena, Insto Dry Eyes dapat segera membantu meredakannya sehingga aktivitas tetap berjalan dengan nyaman.
Bagi seorang food blogger maupun pencinta kuliner, mata memiliki peran yang sangat penting. Mata membantu kita menikmati tampilan makanan, menangkap detail warna, mengabadikan momen, hingga menuliskan pengalaman kuliner dengan lebih baik. Karena itu, jangan sampai gejala mata SEpet, PErih, dan LElah mengurangi keseruan berburu kuliner.
Pengalaman di venue kulineran kala itu menjadi pengingat bahwa kesehatan mata tidak boleh diabaikan. Gejala mata kering mungkin terlihat ringan, tetapi jika dibiarkan dapat mengganggu aktivitas yang sedang kita nikmati. Kini saya selalu lebih peduli pada kesehatan mata agar setiap perjalanan kuliner tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan dan #BebasMataKering
Jadi, jika suatu saat mata mulai terasa SEpet, PErih, dan LElah, jangan disepelekan. Kenali gejalanya, istirahatkan mata, lakukan kebiasaan yang baik untuk menjaga kelembapan mata, dan gunakan #InstoDryEyes sesuai aturan pakai untuk membantu meredakan gejala mata kering. Dengan begitu, setiap momen berburu kuliner bisa dinikmati sepenuhnya tanpa gangguan, dan setiap hidangan lezat akan meninggalkan kenangan yang tak terlupakan.

Komentar
Posting Komentar